Rindu

Hari ke 6965. Aku yang tersiksa oleh rindu.

Bingung ingin kusampaikan kepada siapa kondisi ini. Sesaknya nafas dipagi hari, tidak bersemangat, uring-uringan. Ingin rasanya memukul sesuatu, menyalahkan sesuatu. Tapi tidak ada yang salah disini, karena aku merindu kepada yang aku tidak punya hak sama sekali padanya.

hampir 10 hari. Dia berubah, Status quo ini berubah.

Dia yang tadinya mengisi hari-hariku, dengan bercandaan-bercandaan bodoh. Dia yang mengisi hari-hariku dengan pembicaraan-pembicaraan kegiatan kampus. Dia yang mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan, dengan ahhhh…

Kemudian tiba-tiba menarik diri. Perubahan secara drastis. Hanya membaca pesan-pesanku, tanpa ada balasan. Pembicaraan berubah menjadi begitu,,, yang terbatas pada kerjaan.

Marahkah dia ? Baik-baikkah dia ? Kenapa dia begini ? Tahukah dia akan kebohongan ini ? Kejam dia… yang tiba-tiba menarik diri tanpa deklarasi terlebih dahulu.

AHHHHH PARAHNYA KENAPA TUBUH INI HARUS MERESPON BEGINI ! Pikiranku berkali-kali mengatakan untuk apa risau! Tapi tubuh ini…

Memang aku salah, yang melandasi hubungan dengan sebuah kebohongan, untuk menjaga status quo. Keadaan saat itu. Untuk menjaga interaksi, agar tawa canda itu masih tetap ada diantara kita.

Tahu begini keadaannya, lebih baik kusampaikan saja terang-terangan. Tanpa perlu ada kebohongan. Untuk apa aku jaga status quo itu kalau akhirnya begini. Lebih baik kusampaikan saja terang-terangan Aku suka kamu. Aku nyaman berada didekatmu.

Aku rindu. rindu. rindu.

Advertisements

Tentang Cinta dan Kemungkinan

Hari ke 6960. Hari Sabtu yang santai. Tanpa beban dan tugas. Setidaknya hingga pukul 4 sore tadi.

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah film berjudul Terpana, yang dirilis tahun lalu. Tentang sebuah dialektika kehidupan dari sudut science. Menyelipkan kata itu karena padanannya sendiri di bahasa indonesia masih sangat rancu, ketika meletakkan ilmu pengetahuan dengan science sebagai suatu kata yang sepadan. Seharusnya science sendiri adalah subordinat daripada ilmu pengetahuan.

Terlalu melebar.

Continue reading

Karena Bukan Makhluk Mekanis

Di hari yang sama, dengan bertambahnya usiaku. Tulisan ini telah lebih dulu aku post di timeline line.

Terbangun, kuliah, diskusi, bercengkrama, organisasi, belajar, tidur… dan terbangun lagi

Sebuah siklus, yang barangkali dengan keberagamannya, kita lalui. Tidak sama mungkin, berbeda antara aku, kamu atau mereka. tapi ada suatu kemiripan… sama sama berbentuk struktur kesadaran yang sebenarnya ketidaksadaran.

Continue reading

Di Ulang Usiaku

Hari ke 6935. Dengan asumsi setiap tahunnya berjumlah 365 hari. 17 Oktober 2017.

Tulisan ini sebenarnya sudah kutuliskan dalam bukuku, hanya saja baru ada kesempatan untuk menuangkannya di blog ini.

Genap sudah 19 tahun usiaku. Sudah hampir kepala dua umurku. Ada beberapa orang yang mengingat hari ini. Terima kasih untuk mereka yang mengingatnya, ibuku, kawan-kawanku, dan nesia.

Terimakasih akan doa-doa kalian, harapan-harapan kalian. Banyak hal yang kurang dariku, keegoisan, kelalaian dan seterusnya yang masih akan terus berlanjut. Maaf dalam interaksi kita, jika aku menyakiti hati kalian, dalam keegoisanku, yang mungkin menerobos garis-garis batasanku dalam berinteraksi. Semoga aku tidak termasuk manusia yang melampaui batas dalam pandangNya.

Di usia ini, 3 tahun sudah sejak Bung Karno memulai perjalanannya dalam jalan juang. Di usia ini, banyak manusia-manusia hebat yang sudah menorehkan tinta emas, sebuah kebanggaan. Dalam usia ini pun, Muhammad Al Fatih memulai memimpin Ustmani.

Aku hanya berharap kalau di usia ini, aku tidak menghabiskannya begitu saja. Semoga sesuatu yang besar terjadi di usia ini.

Kebebasan Monkey D. Luffy Dalam Tinjauan Konsep Durée Henry Bergson

Hari ke 6836. Hampir tiga minggu sudah sejak terakhir kali aku menulis diblog ini.

Sebuah Latar Belakang

Aku adalah pecinta One Piece. Tiga tahun sudah sejak pertama kali aku jatuh cinta kepadanya. Bermula dari aku yang meng-copy anime one piece sejak episode pertama hingga episode dressrosa dari saudaraku. Sejak saat itu juga hampir setiap hari aku selalu mengulang-ulang beberapa episode episode yang menurutku menarik. Sebuah alasan ? mungkin karena ada banyak hal yang dapat aku pelajari dari bagaimana Luffy hidup dan untuk mengingatkanku hanya untuk perlu menjadi orang bodoh. Continue reading

Kritik Dampak Frasa “Jodoh Ga Akan Kemana”

Hari ke 6815. Tulisan keduaku. Bermula dari sebuah chat di line berkenaan dengan wanita, salah satu candu kehidupan. Pembicaraan mengarah kepada calon istri dan kemudian entah apa alasannya, dan barangtentu pasti ada, temanku menuliskan jodoh ga akan kemana, yang akhirnya membuat justifikasi kepada ketidakmampuannya atau penundaannya dalam pencarian pendamping hidup. Disini aku bermaksud untuk menyampaikan ketidaksetujuanku akan akibat yang mungkin ditimbulkan dari frasa itu. Continue reading

Madilog : Iklim

Hari ke 6812. Tulisan pertama. Tentang apa yang kudapat diMadilog.

Perbedaan keadaan Tan Malaka dengan Soekarno dan Hatta.

Adanya perbedaan kondisi kehidupan dari Tan Malaka dengan Soekarno dan Hatta. Dituliskan pada buku ini pada tahun 1942an.

  • Kala melakukan sebuah perjalanan, sebuah penyebrangan antar pulau. Kapal yang ditumpangi oleh Tan Malaka jauh berbeda dan kurang keadaannya dibandingkan dengan kapal yang ditumpangi oleh dwitunggal itu. Meski berangkat pada waktu yang sama dengan jarak yang tidak jauh berbeda, waktu yang dibutuhkan jauh berbeda. Tan Malaka menuliskan waktunya dua kali lebih lama dibanding pemimpin bangsa itu.
  • Dalam Pembuangan, lamanya pembuangan Tan Malaka dituliskan dua kali lebih lama dibanding Soekarno yang 10 tahun itu, Tan malaka tidak dikembalikan dengan resmi – Entah kabur atau apa ? aku menangkap dia kabur. yang membuatnya tidak mendapatkan izin kerja, dan Soekarno sudah mendapatkan izin guna melakukan propaganda terkait dengan anjuran rakyat indonesia untuk bekerja sama dengan jepang.

Continue reading