Tentang Cinta dan Kemungkinan

Hari ke 6960. Hari Sabtu yang santai. Tanpa beban dan tugas. Setidaknya hingga pukul 4 sore tadi.

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah film berjudul Terpana, yang dirilis tahun lalu. Tentang sebuah dialektika kehidupan dari sudut science. Menyelipkan kata itu karena padanannya sendiri di bahasa indonesia masih sangat rancu, ketika meletakkan ilmu pengetahuan dengan science sebagai suatu kata yang sepadan. Seharusnya science sendiri adalah subordinat daripada ilmu pengetahuan.

Terlalu melebar.

Kegilaan Tentang Kemungkinan

Jumlah semua kemungkinan yang terjadi adalah satu. Dan kemungkinan terjadinya suatu kejadian dimasa lalu adalah satu. Jadi apapun yang kita lakukan, akan selalu terjadi suatu kejadian. Terlibatkah kita didalamnya ataupun tidak.

Kegilaannya adalah, mengetahui hal ini, manusia tetap berusaha memperhitungkannya. Jumlah kejadian yang mungkin terjadi di dunia itu tidak sama dengan keindahan pemodelan dalam eksperimen. Berbeda dengan eksperimen yang jumlahnya dibatasi, dadu semisal yang hanya memiliki jumlah kemungkinan kejadian 6, atau kartu bridge yang berjumlah 52. Dunia tak seperti itu. Contohnya begini, bagaimana ketika kita melemparkan dadu, lalu ada manusia iseng yang mengambil dadu itu… berapa angka yang keluar ? yah… intinya terlalu banyak variabel yang sulit untuk kita prediksi dan terlalu banyak jumlah kejadian yang mungkin.

Dan terkait jumlah kejadian yang mungkin itu, apabila kita memasukkan nilai yang sangat besar, begitu banyak… hampir mendekati tak terhingga. Bukan berarti peluang dari suatu kejadian menjadi 0 ?

Disini letak kegilaan manusia. Kita mencoba memperhitungkan suatu yang abstrak, mendefinisikan suatu yang tak mungkin didefinisikan, kecuali dalam alam khayalmu.

 

Cinta dan Kemungkinan

Aku tidak akan membahas apa itu cinta, apakah ia nafsu, hormonal, ego, kebutuhan… atau bagaimana. Makna visual cinta pun sebenarnya sudah cukup untuk dapat terwujud dalam benak individu, toh yang terpenting dari tanda adalah hal ini. Tidak perlu menyamaratakan makna untuk setiap manusia.

Dengan semua keabsurdan masa depan, peluang yang mungkin terjadinya ini itu… mari kita persempit pembicaraan tentang cinta, cinta kepada apapun itu. Dan untuk memperjelasnya, kita akan menggunakan wujud manusia disini.


 

Pernah kamu membayangkan, memikirkan… Berapa peluang aku bertemu dengan dia ? seorang wanita, misal, yang aku sukai ? Sangat kompleks kan ? dari luasnya dunia dan banyaknya manusia , dengan berbeda-beda kisah kehidupan dan kemudian aku dipertemukan dengannya di kampus yang sama.

Dan parahnya… Aku menyukainya, misal.

Dari semua ke absurdan itu, berapa kemungkinannya, orang yang baru aku temui itu memiliki wajah dan perangai yang tepat dengan apa yang tanda-tanda yang aku sukai. Begini, dalam semiotika, setiap tanda akan memberikan makna. Dan tanda itu begitu luas, bahasa adalah tanda, gambar adalah tanda, penempatan tata ruang adalah tanda. Dan begitu juga dengan wajah serta perangainya… dan keseluruhan tanda-tanda yang ada pada dirinya.

Dan ketika kita membicarakan tentang makna dari suatu tanda, maka kita akan membicarakan budaya dalam skala makro. Atau, makna yang ditangkap oleh individu, maka kita akan membicarakan pengalaman, DNA, dan hal-hal yang menjadi identitas dari individu itu. Singkatnya, membutuhkan akumulasi dari seluruh kehidupanku, untuk bisa mencintai seseorang.

Dan bayangkan, bertemu dengan seseorang saja sudah sangat absurd untuk dapat diprediksi, apalagi mencintai seseorang, atau hal lainnya. Singkatnya, dengan mudah aku akan mengatakan, aku bisa mencintai sesuatu karena itu adalah takdir-Nya. Suratan dari-Nya.

 

Tadi aku mengatakan kalau manusia itu gila karena ingin mendefinisikan apa yang bahkan tidak bisa didefinisikan, menghitung kemungkinan suatu kejadian.

Maka akupun gila hanya dengan memikirkan dan menulis post ini.

.

.

.

.

Aku gila karenamu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s